Beranda

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI PEGAWAI PEMDA DKI JAKARTA

02/25/2010 08:00
Asia/Jakarta


SAMBUTAN

PIMPINAN DEKOPINWIL DKI JAKARTA

PADA PEMBUKAAN

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN

KOPERASI PEGAWAI PEMERINTAH DAERAH

DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA         (KPPD DKI JAKARTA)

TAHUN BUKU 2009

TANGGAL 25 FEBRUARI 2010

 

 

 

Tempat :

Wisma  Antara Lt. 2

Jl. Medan Merdeka selatan No. 17

Jakarta Pusat

 

 

 

1. TERLEBIH     DAHULU   MARILAH KITA PANJATKAN PUJI SYUKUR KEHADIRAT  ALLAH SWT, KARENA ATAS SEGALA RAHMAT DAN RIDHO-NYA PADA HARI INI KITA DAPAT HADIR PADA PEMBUKAAN RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT) KOPERASI PEGAWAI PEMERINTAH DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA (KPPD DKI JAKARTA) TAHUN BUKU 2009 DAN PENGESAHAN  RENCANA KERJA  DAN RENCANA PENERIMAAN & PENGELUARAN  TAHUN 2010.

 

2.  KAMI DAPAT KATAKAN BAHWA ACARA RAPAT ANGGOTA TAHUNAN INI MERUPAKAN MOMENT YANG SANGAT PENTING SEBAGAI FORUM UNTUK MENINJAU KEBELAKANG DALAM RANGKA MENGEVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DI TAHUN YANG LALU DAN MELIHAT KEDEPAN UNTUK MENYUSUN PROGRAM KERJA BARU DALAM MELAKSANAKAN TUJUAN KPPD DKI JAKARTA TAHUN 2010. OLEH KARENANYA KEPADA SEMUA PESERTA KAMI MENGHARAPKAN AGAR DAPAT MEMANFAATKAN WAKTU YANG ADA UNTUK DAPAT LEBIH BERKONSENTRASI TERHADAP PROGRAM YANG AKAN DILAKSANAKAN PADA TAHUN 2010 INI.

 

3.  KRISIS FINANSIAL GLOBAL YANG MELANDA DUNIA DAN DIAWALI DARI NEGARA ADIDAYA AMERIKA SERIKAT (USA) PADA TAHUN 2008 MERUPAKAN KRISIS FINANSIAL YANG TERPARAH SEJAK DEPRESI BESAR TAHUN 1930  DAN   INI  SETIDAKNYA  MENJADI SAKSI

     SEJARAH DAN SEKALIGUS MEMBERIKAN PELAJARAN YANG SANGAT BERHARGA BAHWA SESUNGGUHNYA PEMBANGUNAN EKONOMI YANG BERBASIS KEPADA LIBERALISME, KAPITALISME DAN SOSIALISME SANGAT RENTAN TERHADAP BADAI KRISIS DAN RESESINYA BERDAMPAK SECARA SIMULTAN DI BEBERAPA NEGARA BERKEMBANG.  SEMENTARA  ITU,  PADA  SAAT  YANG  SAMA KITA DAPAT MELIHAT BAHWA KOPERASI DAN UMKM YANG SANGAT BERBEDA JAUH KARAKTERISTIKNYA DENGAN EKONOMI KAPITALISME, MAMPU MENUNJUKKAN DAYA TAHANNYA BAIK TERHADAP GEMPURAN BADAI KRISIS MONETER PADA TAHUN 1997 MAUPUN KRISIS FINANSIAL GLOBAL TAHUN 2008 YANG MELANDA DUNIA SAAT INI.

4. KOPERASI  YANG   BERDASARKAN KEKELUARGAAN, GOTONG ROYONG MERUPAKAN “SOSIAL CAPITAL” YANG DIMILIKI BANGSA INDONESIA DAPAT MEMPERTAHANKAN DAMPAK GLOBALISASI DAN KRISIS MONETER.  PERKEMBANGAN KOPERASI SELAMA INI SUNGGUH MENGGEMBIRAKAN.  PENINGKATAN PERAN DAN KEGIATAN USAHA KOPERASI SEMAKIN NAMPAK.  PETUMBUHAN DAN PERAN SEKTOR KOPERASI DAN UMKM DI DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL HARUS TERUS DITINGKATKAN,  TIDAK SAJA KARENA KETANGGUHANNYA DALAM MENGHADAPI BERBAGAI KEJUTAN EKONOMI TETAPI JUGA KEMAMPUANNYA YANG LEBIH BESAR DALAM MENYEDIAKAN LAPANGAN KERJA DAN MENGATASI MASALAH KEMISKINAN.

 

5.  BERSAMAAN    DENGAN  PEMBAHARUAN PRAKTEK-PRAKTEK BERKOPERASI, MAKA DIPERLUKAN BERKEMBANGNYA ILMU KOPERASI YANG MERUPAKAN ILMU EKONOMI (SOCIAL ECONOMIC).   PEMBENTUKAN PARADIGMA MELALUI PENDIDIKAN EKONOMI DI INDONESIA TIDAK DAPAT DIPISAHKAN DARI SOSOK MUHAMMAD HATTA SEBAGAI FOUNDING FATHER YANG KE DALAM KAUM STRUKTURALIS.  HATTA MENOLAK KETIMPANGAN-KETIMPANGAN STRUKTURAL SEBAGAI SUMBER KETIDAK ADILAN SOSIAL EKONOMI.  OLEH KARENANYA HATTA MENOLAK MEKANISME PASAR BEBAS KARENA AKAN MENIMBULKAN KETIDAKADILAN.  MENURUT BELIAU SISTEM EKONOMI YANG LAYAK UNTUK INDONESIA ADALAH DEMOKRASI EKONOMI DAN HAL INI TERCERMIN DALAM UUD 1945 PASAL 27 (2), 31, 33, DAN 34.   REALISASI DARI PEMIKIRAN TERSEBUT, MAKA DIBUTUHKAN KURIKULUM DI PERGURUAN TINGGI YAITU MATA KULIAH EKONOMI KOPERASI.

 

6.   LEBIH LANJUT DAPAT DISAMPAIKAN BAHWA MENGINGAT ORGANISASI KOPERASI PENUH DENGAN ASPEK-ASPEK MANUSIA SELAIN ASPEK EKONOMI DAN BISNIS MANAJEMEN, MAKA UNTUK LEBIH MENGOPTIMALKAN FUNGSI KOPERASI DIPERLUKAN PENDEKATAN YANG MEMPERTIMBANGKAN WAWASAN YANG KOMPREHENSIF DARI BERBAGAI DISIPLIN ILMU YAITU EKONOMI MANAJERIAL, BISNIS, SOSIAL BUDAYA, PSIKOLOGI, DAN HUKUM.  SELAMA INI DIAKUI BAHWA PADA UMUMNYA KOPERASI DIKEMBANGKAN DARI PENDEKATAN EKONOMI DAN MANAJEMEN SAJA.

 

7.  MENCERMATI   PERKEMBANGAN   DUNIA USAHA DILINGKUNGAN EKSTERNAL YANG DITANDAI DENGAN KETATNYA PERSAINGAN PASAR DENGAN BERLAKUNYA ASEAN CHINA-FTA 2010, SEHINGGA MENUNTUT KESIAPAN INTERNAL KPPD DKI JAKARTA  DIANTARANYA PROFESIONALISME SDM AGAR DAPAT MEMACU TINGKAT PENDAPATAN DAN KESEJAHTERAAN BAGI ANGGOTA SERTA MERAIH PELUANG PASAR.  TINGKAT PERSAINGAN YANG SELAMA INI MASIH DIDOMINASI OLEH KEKUATAN BESAR YANG MEMILIKI JARINGAN (ASOSIASI) PERDAGANGAN YANG MAMPU MENSUPLAI BARANG SAMPAI DENGAN PELOSOK PEDESAAN.  HAL TERSEBUT MENDORONG KITA UNTUK DAPAT MERUMUSKAN STRATEGI YANG TEPAT SEHINGGA DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENSIASATI PELUANG-PELUANG YANG MUNCUL DARI LINGKUNGAN EKSTERNAL.

 

8.     MEMBANGUN KOPERASI MERUPAKAN SUATU PROSES PEMBELAJARAN YANG BERKELANJUTAN DAN BERPELUANG. SELARAS DENGAN ADANYA PERGANTIAN GENERASI, PERTAMBAHAN JUMLAH ANGGOTA MASYARAKAT, DAN PERKEMBANGAN YANG ADA MAKA, MEMBANGUN KOPERASI TIDAK BISA MENJADI MONOPOLI PEMERINTAH. TELAH TERJADI SUATU PERUBAHAN PEMAHAMAN BAHWA PERAN PEMERINTAH SEBAIKNYA TIDAK BERSIFAT LANGSUNG DALAM BENTUK INTERVENSI PENYELENGGARAAN USAHA DAN ORGANISASI KOPERASI. OLEH KARENA ITU, PENDEKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENJADI PRIORITAS. DIDALAM HAL INI UNTUK MENGEMBANGKAN DAN MENUMBUHKAN KOPERASI, ORGANISASI KOPERASI SENDIRI YANG HARUS DIDORONG UNTUK SECARA AKTIF MEMBANGUN DIRINYA. HAL INI TIDAK BERARTI BAHWA PEMERINTAH LEPAS TANGAN. PEMERINTAH TETAP SANGAT DIPERLUKAN UNTUK MENCIPTAKAN IKLIM KONDUSIF YANG DIBUTUHKAN DAN MENDORONG SERTA MENGUNDANG PARTISIPASI POSITIF PIHAK TERKAIT DALAM MEMBANGUN KOPERASI.

 

9.   KELEBIHAN KOPERASI DARIPADA BANGUN PERUSAHAAN YANG LAIN ITU TIDAK DAPAT DIBUKTIKAN DENGAN SEMBOYAN, MELAINKAN DENGAN BUKTINYA SENDIRI DALAM PRAKTEK.  DALAM TEORI KELEBIHAN KOPERASI CUKUP DIKEMUKAKAN.  PADA KOPERASI TIDAK ADA MAJIKAN DAN BURUH YANG KEPENTINGANNYA BERTENTANGAN.  YANG BEKERJA SEMUANYA ANGGOTA YANG SAMA-SAMA BERTANGGUNGJAWAB ATAS KESELAMATAN KOPERASINYA.  PADA KOPERASI YANG TERUTAMA ADALAH MENYELENGGARAKAN KEPERLUAN HIDUP BERSAMA DENGAN SEBAIK-BAIKNYA, BUKAN MENGEJAR KEUNTUNGAN SEPERTI PADA FIRMA, PERSEROAN ANONIM, DAN LAIN-LAINNYA.  SUNGGUHPUN PERUSAHAAN MEMPEROLEH KEUNTUNGAN JUGA, KEUNTUNGAN ITU BUKANLAH TUJUAN, YANG MENJADI POKOK  ADALAH MEMELIHARA KEPENTINGAN BERSAMA (Bung HATTA dalam pidato Hari Koperasi 12 Juli 1951).

10.  PERMASALAHANNYA ADALAH BAHWA PADA SATU SISI PEMBANGUNAN KOPERASI TERGANTUNG PADA PARTISIPASI AKTIF BERBAGAI PIHAK, TERUTAMA DARI KALANGAN KOPERASI SENDIRI MELIPUTI ANGGOTA, PENGURUS DAN PENGELOLA SERTA PARTISIPASI AKTIF PIHAK TERKAIT BAIK PEMERINTAH, DUNIA USAHA MAUPUN MASYARAKAT. PADA SISI YANG LAIN BELUM TENTU TERDAPAT PEMAHAMAN YANG SAMA TENTANG TUJUAN, SASARAN DAN PENGUKURAN SERTA KRITERIA PENILAIAN HASILNYA, HAL TERSEBUT POTENSIAL MENGAKIBATKAN TIDAK OPTIMALNYA DUKUNGAN PIHAK TERKAIT DAN TIDAK TERJADINYA SINERGI POSITIF.

 

11. DARI HASIL LAPORAN YANG DISAMPAIKAN OLEH PENGURUS ADA BEBERAPA CATATAN YANG DAPAT KAMI SAMPAIKAN SEBAGAI BERIKUT.

a.  BIDANG  ORGANISASI DAN MANAJEMEN,     DALAM  MELAKSANAKAN  TUGASNYA PENGURUS DAN PENGAWAS TELAH MENJALANKAN TUGAS DAN TANGGUNGJAWABNYA DENGAN BAIK ; MELAKSANAKAN RAT DAN BERJALAN SETIAP TAHUN ; PENINGKATAN SDM ; SERTA MENINGKATKAN PELAYANAN KEPADA ANGGOTA.

 

b. BIDANG USAHA DAN PELAYANAN, MODAL SENDIRI LEBIH BESAR DIBANDING MODAL LUAR 6 : 1 ; PENERIMAAN KOPERASI MENINGKAT 109,94% DARI RENCANA; PERBANDINGAN PENERIMAAN : PENGELUARAN : SHU ADALAH 5 : 5 : 1 ; PENDAPATAN SHU SEBELUM PAJAK MENINGKAT 133,11% DIBANDING DARI RENCANA.

 

         c.  BIDANG PENGELOLAAN KEUANGAN,   TINGKAT RATIO KEUANGAN CUKUP BAIK, MELIPUTI RATIO LIKUIDITAS  ;  RATIO SOLVABILITAS ; DAN RATIO RENTABILITAS

 

12. SELANJUTNYA   BEBERAPA   SARAN YANG DAPAT DIPERTIMBANGKAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA KOPERASI SEBAGAI BERIKUT.

a.    MENGINGAT JUMLAH PINJAMAN YANG DIBERIKAN CUKUP BESAR, MAKA PERLU DIMAKSIMALKAN PENYERAPANNYA SEHINGGA TIDAK MENJADI BEBAN BIAYA PADA ANGGARAN TAHUN 2010.

 

b. UNTUK MENGHINDARI BEBAN BUNGA YANG CUKUP BESAR YANG DITANGGUNG KOPERASI, DISARANKAN AGAR DANA-DANA YANG BELUM TERSERAP SEGERA DIPERGUNAKAN UNTUK MENYICIL HUTANG-HUTANG DAGANG YANG CUKUP BESAR DI BANK.

 

          c. JUMLAH BIAYA YANG DIKELUARKAN CUKUP

               BESAR MAKA DIPERLUKAN PENGHEMATAN

 d.  MEMAKSIMALKAN DANA-DANA YANG ADA DAN MENGURANGI PINJAMAN LUAR

 

       e.   FAKTOR   INTERNAL, TERCIPTANYA  IKLIM USAHA YANG KONDUSIF ; KERJASAMA YANG TRANSPARAN ANTARA PENGURUS, PENGAWAS DAN ANGGOTA.

      f.  MENINGKATKAN    SDM   KOPERASI   BAGI PENGURUS, PENGAWAS, DAN PELAKSANA KOPERASI DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROFESIONALISME KINERJA KOPERASI.

       g.   MENINGKATKAN    DAYAGUNA   KOPERASI DAN SKALA USAHA.

      h.  MENINGKATKAN        PELAYANAN      DAN KEPERCAYAAN ANGGOTA DAN MASYARAKAT TERHADAP KOPERASI.

 

      i.  DALAM   RANGKA  PEMBINAAN UNIT-UNIT USAHA TAHUN 2010 MENUJU KEMANDIRIAN, PERLU DIBUAT RENCANA KERJA DAN ANGGARANNYA GUNA MEMUDAHKAN PEMERIKSAAN DAN PEMANTAUAN TERHADAP TUGAS DAN TANGGUNGJAWABNYA DALAM RANGKA MENCAPAI TARGET TAHUN 2010.

 

 f.      HAL LAIN YANG TELAH BERJALAN DENGAN BAIK TERUS DIPERTAHANKAN DAN YANG BELUM OPTIMAL DAPAT DITINGKATKAN DAN DISEMPURNAKAN DALAM TAHUN 2010.

 

 

13. DALAM  RANGKA  PENCAPAIAN  RENCANA KERJA TAHUN 2010,  MAKA YANG PERLU MENJADI PERHATIAN ADALAH DUKUNGAN SELURUH PERANGKAT ORGANISASI BAIK ANGGOTA, PENGURUS, PENGAWAS HARUS MENJADI SATU KESATUAN YANG TIDAK TERPISAH ; PENYUSUNAN PROGRAM HARUS DISESUAIKAN DENGAN PENGALAMAN TAHUN LALU SEBAGAI DASAR ACUAN DAN PRAKIRAAN TAHUN YANG AKAN DATANG TERMASUK SEGALA KEMUNGKINANNYA.  ANGGARAN YANG BAIK JIKA RENCANA REALISASI TIDAK JAUH BERBEDA DARI TAHUN SEBELUMNYA ATAU MAKSIMUM 25% ; SERTA MEMPERKUAT MODAL SENDIRI (EQUITY).

 

14.  WALAUPUN      RAT       ADALAH       SEBAGAI  KEGIATAN RUTIN BAGI SETIAP KOPERASI NAMUN MEMPUNYAI ARTI YANG SANGAT PENTING DALAM KEHIDUPAN KOPERASI, KARENA KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG DIHASILKAN DALAM RAT AKAN SANGAT MENENTUKAN MAJU MUNDURNYA PERKEMBANGAN KOPERASI DIMASA YANG KAN DATANG.   OLEH KARENA ITU APA YANG AKAN DIPUTUSKAN DIDALAM RAT  INI HARAP BENAR-BENAR DIKAJI SECARA TELITI DAN MENDALAM SERTA MENDAPATKAN PERSETUJUAN SECARA BULAT OLEH PARA ANGGOTA PESERTA RAT.

 

15. AKHIRNYA    KEPADA   SEGENAP PESERTA RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KPPD DKI JAKARTA, PIMPINAN DEKOPINWIL DKI JAKARTA MENYAMPAIKAN UCAPAN SELAMAT BER-RAPAT, SEMOGA ALLAH SWT MEMBERIKAN TAUFIQ DAN HIDAYAHNYA KEPADA KITA SEMUA DAN RAPAT INI DAPAT MENGGALI BERBAGAI PEMIKIRAN STRATEGIS MAUPUN LANGKAH AKSI OPERASIONAL SELARAS DENGAN PROGRAM  KPPD DKI JAKARTA  DAN MENGHASILKAN KEPUTUSAN YANG BERMANFAAT BAGI MAJU DAN BERKEMBANGNYA  KPPD DKI JAKARTA.  

 

 

 

P I M P I N A N

DEKOPINWIL DKI JAKARTA

K  E T U A,

User login

(c) 2010 - Koperasiku.com