
Pemerintah targetkan bangun 600 UKM mart
JAKARTA. Usai merampungkan program pendirian 84 unit Usaha Kecil
Menengah (UKM) mart di pengujung 2011 lalu, pemerintah kembali akan
meluncurkan konsep serupa. Tak tanggung-tanggung, Kementerian Koperasi
dan UKM menargetkan akan menyulap 600 unit warung serba ada (waserba)
milik koperasi menjadi ritel modern alias UKM mart.
Deputi Bidang
Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Neddy
Rafinaldy Halim mengatakan, sejauh ini masih banyak koperasi di
Indonesia yang masih menggunakan sistem konvensional, yakni berupa
waserba. Menurut dia, peraihan omzet koperasi dengan sistem tersebut
masih terbilang kecil karena kurang menjadi daya tarik konsumen dan
kebanyakan hanya mengandalkan belanja anggota.
Dengan begitu,
revitalisasi waserba menjadi UKM mart diharapkan akan mampu meningkatkan
omzet koperasi minimal 50%. "Kami targetkan pada tahun ini bisa
memfasilitasi UKM mart sebanyak 600 unit. Dengan masing-masing unit
mendapatkan bantuan sosial Rp 65 juta," kata Neddy ke KONTAN, Senin
(2/1).
Dalam APBN 2012, pemerintah dan DPR RI telah menetapkan
alokasi anggaran untuk program UKM mart senilai Rp 1,56 miliar bagi 24
koperasi. Meski alokasi dana telah ditetapkan, penerima bantuan tersebut
belum diputuskan pemerintah. Menurut Neddy, pihaknya hingga saat ini
masih menjalani tahapan seleksi terhadap calon penerima bantuan UKM
Mart.
Neddy bilang, usai memberikan bantuan kepada 24 koperasi,
pihakanya akan melanjutkan revitalisasi waserba agar dapat dinikmati
lebih dari 550 koperasi di tahun ini. "Alokasi angggarannya akan kami
siapkan juga dalam APBN Perubahan 2012, sehingga ada 600 UKM mart pada
tahun dapat bersaing dengan perusahaan ritel lain," ujar dia.
Koperasi
yang dapat menerima bantuan hanyalah unit yang memenuhi beberapa
persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Di antaranya, memiliki waserba
konvensional dan lokasi strategis untuk penjualan. Selanjutnya, warung
tersebut di-branding dengan dilengkapi dinding kaca, sistem pelayanan
komputerisasi, dan penamaan UKM mart yang bersanding bersama nama unit
koperasi masing-masing, selayaknya minimarket yang biasa kita temui di
pinggir jalan kota.
Neddy menuturkan, pihaknya juga akan
memberikan pelatihan kepada setiap pengelola agar UKM mart tidak hanya
berubah dalam sisi tampilannya saja. Program pelatihan itu berupa
manajemen serta tata cara sirkulasi barang, mulai dari pemberian diskon
khusus, jaminan stok produk di dalam toko, hingga penataan ruang dan
pelayanan kepada konsumen.
Meskipun jumlah koperasi penerima UKM
mart sangat kecil dibandingkan dengan jumlah koperasi di Indonesia yang
mencapai 186.907 unit, ia tetap optimistis peran koperasi akan terus
meningkat dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut dia, sejauh ini
telah terdapat sedikitnya 1.000 unit koperasi telah mampu mendirikan
waserba secara swadaya. Di mana, setiap tahunnya jumlah tersebut selalu
meningkat.
sumber: http://nasional.kontan.co.id/news/pemerintah-targetkan-bangun-600-ukm-mart

Post new comment