
Inovasi Pengering Gabah Dari Fibreglass
KUD Sumber Rejo, Sukorejo, Pasuruan, Jatim
Inovasi pengering gabah dari bahan fibreglass KUD Sumber Rejo Sukorejo, Pasuruan Provinsi Jawa Timur cukup fenomenal. Bisa dibilang Lantai jemur gabah menggunakan atap fibreglass ini, sebagai penemuan baru pertama di Indonesia. Bagaimana dengan investasi, mahalkah ?

Ternyata untuk investasi yang dibutuhkan lebih murah bila dibanding dengan menggunakan dryer. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tingkat kepanasan lantai jemur ini, temperaturnya mencapai 65 derajat celcius dan kadar air tinggal sekitar 14 persen.
Siapa penemu pengering gabah dengan memanfaatkan bahan fiberglass itu ? mereka adalah H.Moch. Roeslan, ketua KUD Sumber Rejo Sukorejo Kab.Pasuruan.
Mulanya Abah Roeslan, demikian nama panggilan H.Moch. Roeslan, mencoba membuat atap dari fiberglass bekas dipekarangannya dan ditempatkan pada sebuah pot bunga. Pengamatan pada beberapa hari ternyata tingkat kepanasan suhunya dua kali lipat, jika terkena terik matahari secara langsung. Dari situlah Abah Roelan mulai mencoba pada pekarangan yang lebih luas di KUD Sumber Rejo yang dipimpinannya.
Abah Roeslan yang juga menjabat sebagai Ketua Kadinda Kab. Pasuruan menuturkan penjemuran gabah kering sawah di lantai jemur yang tanpa atap fibreglass biasanya memakan waktu dua–tiga hari untuk mencapai kadar air 14%, tetapi sekarang dalam waktu kurang dari 8 jam, gabah sudah kering.
“Lantai jemur beratap fibre ini ternyata mampu menyimpan panas cukup lama. Disamping itu, ketika ada musim penghujan juga bisa digunakan menyimpan gabah untuk sementara waktu,” ujar Abah Roeslan.
Dampak dari lantai jemur atap fibreglass ini adalah pengurangan tenaga kerja. Di KUD Sumber Rejo, sebelumnya mempekerjakan antara 20-25 orang, sekarang tinggal 5 orang. KUD sekarang telah membangun lantai jemur seluas 3.000 meter persegi dengan nilai investasi Rp.200 juta, mampu menjemur gabah kering sawah antara 10-20 ton/hari.
Abah lebih lanjut mengatakan, banyak keuntungan menggunakan lantai jemur beratap fibreglass, yaitu biaya jauh lebih murah bila dibanding dengan investasi dryer, beras yang dihasilkan ternyata juga jauh lebih berkualitas.
Cukup Sederhana
Pengamatan di lapangan, menunjukkan proses pengeringan dengan lantai jemur beratap fibreglass milik KUD Sumber Rejo, cukup sederhana. Pagarnya dari batako setinggi 2 meter, untuk lantainya diblok secara bergelombang dan atapnya dari fibreglass setebal 5mm.
Dalam areal fibreglass, panasnya cukup tinggi. Kalau tidak biasa, kita tidak akan mampu bertahan lebih dari 15 menit. Tenaga kerja yang tugasnya membolak balik gabah, tampak tanpa baju dan memakai capel terbuat dari bambu.
Pemerintah
Penemuan baru teknologi pengeringan gabah dengan fibreglass mampu menarik perhatian Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Diharapkan, lantai jemur itu bisa ditiru oleh KUD lainnya atau petani yang bergerak di usaha penggilingan gabah.
Pemerintah dengan program KUR (kredit usaha rakyat) akan mempermudah bagi yang ingin mengajukan pinjaman guna pembuatan lantai jemur beratap fibreglass. Fathoni

Post new comment