
OPENSOURCE, Solusi Alternatif Untuk Koperasi.

Saat ini makin banyak koperasi koperasi yang telah memanfaatkan komputer dalam operasionalnya. Mesin ketik yang dahulu adalah primadona, saat ini telah banyak di museum kan. mereka yang masih konsisten dengan mesin ketik saat ini rasanya harus selalu bersiap siap menerima sindiran " hari gini masih tak tik tak tik???".
Membuat surat, membuat tabel-tabel, database maupun presentasi, rasanya sudah tidak dapat di lepaskan lagi dengan software aplikasi yang namanya Microsoft Office. . Demikian pula dengan sistem operasi pada setiap personal komputer, hampir keseluruhan menggunakan Microsoft Windows. Software-software tersebut memang sudah sangat familiar bagi staf staf pelaksana koperasi. Namun sangat di sayang di sayang, software software yang digunakan tersebut masih bajakan. Belum berlisensi.
Ini tentu bertentangan dengan undang undang HAKI yang telah di berlakukan kembali sejak tahun 2002. Jika koperasi punya dana operasional yang mencukupi mungkin tidak masalah untuk membeli lisensi software-software tersebut, namun bagaimana dengan koperasi yang anggaran operasional adminitrasinya terbilang kecil. sementara harga lisensi 1 unit Windows berkisar 2-3 kali lipat upah minimun regional rata rata di Indonesia. Belum lisensi untuk Microsoft Office, tentu membuat pengurus-pengurus koperasi pusing tujuh keliling. Tentu menjadi beban berat jika harus memenuhi tuntutan undang undang tersebut. jadi bagaimana solusinya ?
Opensource Sebagai Pilihan Alternatif
Software opensource adalah software yang "merdeka", atau dengan kata lain bebas untuk dipergunakan tanpa biaya, bebas untuk di kembangkan/di modifikasi oleh penggunannya (syarat dan aturah berlaku), dan bebas di distribusikan kepada siapapun.
Opensource oleh masyarakat selalu di identikkan dengan linux, sekalipun tidak semua software opensource adalah linux. Beberapa software opensource yang mungkin bisa di pilih dalam kaitannya dengan tugas administrasi koperasi adalah :
- Sistem Operasi, sebagai pengganti Windows gunakanlah sistem operasi linux. Saat ini sudah banyak linux-linux yang sudah berbahasa Indonesia dan memiliki kemiripan dengan Windows. Beberapa linux yang cukup bagus dan mudah gunakan serta tidak berbayar kecuali dengan kondisi tertentu seperti Ubuntu, Opensuse, Fedora dan lain lain.
- Software Aplikasi Perkantoran, yang biasanya menggunakan Microsoft Word, Excel, Acces, atau Powerpoint yang termasuk dalam paket Microsoft Office, bisa di gantikan dengan OpenOffice yang bisa di gunakan tanpa berbayar. -
Database, yang banyak menggunakan SQL Server, dBase atau MDB milik Microsoft Access bisa digantikan dengan MySQL yang mempunyai kemampuan yang bisa di andalkan serta bisa digunakan secara gratis (pada kondisi tertentu).
Dan masih banyak lagi.
Seribu Bahasa, Seribu Kendala
Berpindah ke opensource atau yang sering di istilahkan "migrasi ke linux", memang tidak semudah membalik telapak tangan. Jangankan lingkungan koperasi, banyak perusahaan perusahaan besar yang gagal dalam bermigrasi. Bahkan di institusi pemerintah pun masih ingin setia dengan software software bikinan perusahaan milik Bill Gates tersebut. Sekalipun pemerintah mencanangkan program IGOS (Indonesia Go Open Source), kenyataannya itu hanya suara gong yang selalu dibunyikan tapi tidak pernah di manfaatkan.
Tapi haruskah koperasi takut untuk bermigrasi?? Tidak perlu takut, jika koperasi punya kesungguhan untuk melakukannya. Memang antara sistem operasi Windows dan sistem operasi Linux sangat berbeda dalam pengoperasiannya, namun keduanya memiliki konsep dasar yang sama. Rincilah aktifitas apa yang biasa kita lakukan di WIndows cari tahulah bagaimana cara melakukan aktifitas itu di Linux. Tidak mudah memang perlu banyak referensi, latihan atau konsultasi dengan mereka yang mengerti cara mengoperasikan linux. Atau jika hendak nekat silahkan Otodidak.
Peralihan dari Microsoft Office ke OpenOffice mungkin jauh lebih mudah ketimbang dari Windows ke LInux, karena keduanya memiliki struktur, fasilitas dan perintah perintah yang nyaris sama. Setidaknya penulis telah mencoba hal ini di sejumlah perusahaan.
Solusi Banci
Kata-kata ini sering menjadi istilah / anekdot oleh orang orang di lingkungan IT untuk sebuah solusi yang mengkombinasikan keduanya. Caranya bermacam macam, ada yang tetap menggunakan Windows sebagai sistem operasi tetapi MS-Office di ganti dengan OpenOffice, ada pula yang sebaliknya, sistem operasinya menggunakan menggunakan Linux namun tetap menggunakan Microsoft Office. Tentu saja konfigurasi ini dipilih dengan berbagai alasan.
Tidak masalah solusi apapun yang kita gunakan, yang terpenting apa yang kita gunalan adalah legal dan tidak melanggar undang undang. Anda setuju?

pak boleh minta
pak boleh minta softwarenya,kalau boleh tolong dikirim ke email ini, makasih
Saya tidak mengerti apa itu
Saya tidak mengerti apa itu open souuerec apaan itu..?
Pak, tempat di masjid saya ingin membuka koperasi. Bisa saya minta sotowarenya. Email saya : ferryxpw [at] yahoo [dot] co [dot] id
Atas perhantian, bantuan dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.
Salam,
Mochammad Farhan
mohon link download software
mohon link download software koperasi web aplikasi
boleh mnta tolong di kirm
boleh mnta tolong di kirm aplikasi Koperasinya ..? tlg kirim ke email saya apri5gitu [at] yahoo [dot] com untuk koperasi di sekolah, trima kasih smoga koperasiku.com bs lebh maju dalam perkembangan IT
Saya sendiri tidak mengerti
Saya sendiri tidak mengerti makna dari open source itu sendiri, apa karena mereka udah kelebihan duit sehingga karyanya silakan dibagi / dipakai seenak udel nya , tetapi sebagai org yg sering bergerak dibidang programmer tentu tak suka kalau software karya saya dibajak habis habiskan apalagi buat keperluan bisnis.
Pak, tempat di mana saya
Pak, tempat di mana saya bekerja ingin membuka koperasi. Bisa saya minta softwarenya. Email saya : mettadevi2000 [at] yahoo [dot] com
Atas perhantian, bantuan dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.
Salam,
Anita
dimana saya bisa mendapatkan
dimana saya bisa mendapatkan sotware opensource untuk koperasi?
mhn kirimkan ke e-mail saya,
mhn kirimkan ke e-mail saya, kalau bole trima kasih sebelumnya, smg jaya selalu
mhn kirimkan ke e-mail saya,
mhn kirimkan ke e-mail saya, kalau bole trima kasih sebelumnya, smg jaya selalu
terima kasih sudah sharing
terima kasih sudah sharing mengenai Open Source, bila ada ide untuk pengembangan dan lain hal bisa kabari kami via email ke info [at] koperasiku [dot] com , thanks ya
"Sekalipun pemerintah
"Sekalipun pemerintah mencanangkan program IGOS (Indonesia Go Open Source), kenyataannya itu hanya suara gong yang selalu dibunyikan tapi tidak pernah di manfaatkan"
hmm darimana anda ada bukti bahwa pemerintah tidak menjalankan program IGOS, sekali-sekali anda harus mampir ke kantor pemrintahan di daerah Merdeka Selatan misalnya, sebagian besar sudah beralih ke Open Source untuk client maupun server, secara bertahap pasti pasti IGOS akan terus dikembangkan. Susah merubah habit bagi user-user yang sudah tahunan mengoperasikan Mikocok dan susahnya support kelas Enterprise untuk Opeen Source skala server merupakan kendala kami. Mudah-mudahan IT di Koperasiku bisa menjadi pionir sebagai pemakai open source untuk Koperasi-koperasi lainnya.
Terima kasih ata komentarnya,
Terima kasih ata komentarnya, masih harus diakui bahwa pemanfaatan open source di lingkungan pemerintah, masih terlalu kecil prosentasenya. Institusi yang Bapak sebutkan mungkin salah satu dari sejumlah kecil pengguna opensource, namun saya yakin pemanfaatannya pasti belum menyeluruh di kantor tersebut khan? di kalangan swasta pun opensource banyak berhasil berhasil di ITnya saja namun secara menyeluruh masih belum maksimal. Setiap tender proyek pengadaan hardware dari institusi pemerintah yang kami ikuti selalu minta bundle dengan produk Mikocok tersebut. Tantangan buat pemerintah dalam mengembangkan opensource tidak hanya sisi teknis tapi juga kebiasaan penggunannya. Di sekolah sekolah sudah harus di ajarkan secara berimbang antara mikocok dan opensource.
Post new comment