Beranda

Menkop: UKM Mart Bukan Saingan Pasar

MAGELANG - Menkop dan UKM Syarifuddin Hasan menegaskan, UKM Mart bukan sebagai bentuk perlawanan pada pasar modern maupun pasar tradisional, karena masing-masing memiliki segmen tersendiri.

Hal itu dikemukakan Menkop dan UKM pada peresmian pasar tradisional, penataan PKL, dan UKM Mart di Desa Jamuskauman, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Selasa, seperti dilansir Antara.

"Tentu hal itu tidak mempengaruhi semua pihak baik dari pasar tradisional yang sudah ada maupun pasar modern, karena segmennya berbeda. UKM Mart memiliki segmen kalangan menengah di tingkat kabupaten. Hal ini sebagai bentuk pendorongan pada sektor ekonomi masyarakat, jadi bukan perlawanan pada pasar modern yang sudah menjamur," katanya.

Menurut Syarifuddin, UKM Mart yang dirintis sejak dua tahun lalu lebih sebagai pendamping pasar tradisional yang selama ini komoditas yang dipasarkannya dinilai belum tertata rapi, baik dari keamanan maupun kenyamanan pembeli.

"Program pemerintah tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan," katanya.

Menkop dan UKM mengatakan, dengan adanya tempat untuk menyalurkan hasil produk bagi pelaku usaha mikro tersebut menjadi salah satu syarat agar perekonomian dapat tumbuh.

"Kalau berproduksi tetapi tidak ada pasar yang menyalurkan akan susah, begitu juga konsumen yang datang ke pasar juga harus diberikan pelayanan dan kenyamanan yang tepat," katanya.

Ia menyebutkan, saat ini sudah ada sebanyak 84 UKM Mart yang berada di 20 provinsi dari total 14.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, di Jateng terdapat sebanyak 1,2 juta UKM dengan skala besar dan kecil. Apabila jumlah tersebut dikelola dengan baik melalui UKM Mart tentunya akan mampu mengangkat perekonomian pelaku usaha mikro.

Ia berharap agar masyarakat mau mengubah pola pikir dalam menjual barang dagangannya di pasar tradisional, dengan cara menjaga kebersihan, ketertiban, dan kerapian.

Apabila hal tersebut dapat dilakukan, maka pedagang mendapatkan dua keuntungan, antara lain bisa dikembangkan menjadi wisata pasar tradisional dan mampu meningkatkan tambahan penghasilan.

(investor.co.id)

Post new comment

Konten ini sifatnya pribadi sehingga tidak ditampilkan ke publik.
CAPTCHA
Pertanyaan berikut untuk mengetahui anda bukanlah program komputer atau spammer.

User login

(c) 2010 - Koperasiku.com