
Artikel Interaktif : KOPERASI BISA JADI TEROR KAPITALIS?

Kaget baca judulnya? Jangan khawatir, tulisan ini tidak ada hubungannya dengan kelompoknya si Noordin M Top, orang nomor dua paling ngetop di Indonesia saat ini.
Penulis adalah orang awam koprasi yang mencoba menulis dengan pikiran awam dengan mengharapkan pembaca mau mengkoreksi dan memberi pemikiran segar untuk melengkapi tulisan ini.
Ketika kita bercerita tentang koperasi kepada masyarakat kebanyakan, yang terlintas di pemikiran mereka kebanyakan adalah "pinjam duit", "Jual beli pupuk", "Jual sembako murah" atau " Wong deso". Dibanding kita bercerita tentang bursa saham, perbankan, bahkan MLM sekalipun, pembicaraan tentang koperasi di masyarakat yang belum mengerti koprasi terkesan tidak elite, ndeso dan sejenisnya.
Sebuah contoh pada sebuah keluarga dengan 2 orang anak yang telah bekerja, anak pertama bekerja di sebuah perusahaan asing dengan jabatan office boy, dan anak kedua bekerja di sebuah koperasi dengan jabatan manajer bisnis. Jika ditanyakan opini masyarakat umum yang awam koperasi mengenai mana yang lebih posisinya, apakah mayoritas akan menjawab anak pertama lebih baik dari anak kedua? anak pertama lebih bergengsi dari anak kedua?, anak pertama lebih punya masa depan dari anak kedua? Bagaimana menurut anda?
Penulis pernah mengalami hal tersebut, ketika sejumlah rekan yang mengaku pakar bisnis, ahli manajemen dan sebagainya ( ini kata mereka sendiri alis narsis), bertanya kenapa penulis mau ikut ikutan berkoperasi? "Mau jual sembako ya?", "Mau pindah ke desa mana?", "Gue pinjam duit dong", "Emang komputer bisa nge-link dengan pupuk pake kabel apa?", "kangen sekolah ya?", Itu ejekan yang mendera telinga, tak apalah, kalau tidak ada komentar seperti khan tidak ada inspirasi untuk menulis artikel ini. Ini yang namanya sengsara membawa nikmat. He..he...he
Sampai disini, imej kapitalis unggul. Penulis yakin emosi pembaca dikalangan insan koprasi mulai naik nih..., sabar...sabar...ingat puasa.
Setelah bertukar pikiran dan bergaul dengan insan-insan koperasi, penulis mulai mengenal seperti apa koprasi. Secara logika koperasi bisa jadi satu kekuatan berbasis rakyat yang bisa menjadi teror yang menakutkan untuk kapitalis. Koperasi tidak hanya berdiri sebagai usaha sampingan diluar usaha utama sebagai pekerja untuk kapitalis. Koperasi tidak harus jadi second line, atau backup dalam perekonomian kita. Koperasi harusnya bisa jadi pesaing kapitalis, yang punya kekuatan diatas basis massa. Koperasi harus menjadi kompetitor berat buat kapitalis. Tidak perlu pembatasan ataupun proteksi buat koperasi, karena selaku kompetitor koperasi berani bersaing dengan kondisi apapun.
Bisakah koperasi menjadi seperti ini, beberapa koperasi besar berkala nasional sudah ada yang membuktikannya. Mungkinkah kedepan akan banyak bermunculan koperasi koperasi yang berkembang pesat hingga membuat kaum kapitalis ketar ketir dibuatnya?
Penulis mencoba berkhayal, kapan ada koperasi karyawan berani membeli perusahaan tempat anggotanya bekerja? Kapan ada ada koperasi yang bersaing dengan konglomerat dengan berbagai bisnis besar? Bahkan bursa saham bisa jadi tidak populer lagi karena pemegang saham lebih suka berkoperasi? Ha..ha..ha... penulis terlalu bermimpi rupanya. Bagaimana dengan anda?
Semoga mimpi ini di masa depan bisa jadi kenyataan. Lalu bagaimana caranya ??? Silahkan para insan koperasi berbagi ilmu dengan kami, di kolom komentar...semoga ilmu yang di share bermanfaat buat kaum awam seperti kami.
Di tunggu komentarnya....

Apakah bapak pernah coba ke
Apakah bapak pernah coba ke website ini?
http://wwww.mutualist.org
Website tersebut dalam bahasa inggris.
Website tersebut adalah website utama paham pemikiran ekonomi Mutualisme (Sosialisme Libertarian/Sosialisme non-Marxis) yang sangat mengutamakan ekonomi pasar koperasi. Mutualisme berawal dari paham intelektual pro-koperasi Pierre-Joseph Proudhon.
Sistem ekonomi Kapitalis pada dasarnya tidak akan bertahan tanpa banyaknya dan besarnya campur tangan negara dalam ekonomi yang di-klaim oleh para media-media mainstream sebagai "pasar bebas". Ekonomi kapitalis modern yang mempromosikan "lepasnya" campur tangan negara dalam pasar justru sebaliknya SANGAT bergantung kepada banyaknya campur tangan negara yang sangat besar pengaruhnya dan tidak jarang bersifat menindas kaum lemah dan tidak berdaya. Hal ini dilakukan dengan perlindungan hak-hak istimewa melalui hukum. Contohnya limited liability, intellectual property internasional, bank sentral (sebagai penyebab inflasi), institusi perdagangan negara-negara internasional (WTO, IMF, World Bank), regulasi-regulasi monopolistik dan oligopolistik, bailout, subsidi-subsidi korporasi, dan masih banyak lagi.
Sebenarnya kalau benar-benar ingin mengamati, koperasi-lah bentuk pasar bebas yang sejati.
Ini dikarenakan tanpa banyaknya dan besarnya campur tangan Negara yang menopang, melindungi, dan menyokong pasar-pasar kapitalis (tentunya karena Negara yang melakukan, maka dilakukan melalui kuasa kekerasan), kapitalisme tidak akan bertahan dan berkembang sebagaimana sekarang ini telah mendominasi ekonomi dunia.
Dari sejarahnya sendiri, Negara dan Kapitalisme modern itu bagaikan suami dan istri (http://www.mutualist.org/id4.html). Pasar yang benar-benar bebas adalah pasar yang adil, mandiri, dan otonomi.
Koperasi adalah organisasi sukarela yang paling mandiri dan terdesentralisir, dan yang paling utama : manusiawi. Bebas bekerja sama maupun bersaing.
Siapa bilang bahwa sistem ekonomi koperasi tidak bisa menyaingi pasar kapitalis? Siapa bilang koperasi tidak bisa seefektif pasar kapitalis? Buktinya ada koperasi Mondragon di Spanyol, dan ekonomi koperasi di Emilia-Romagna (di mana 2/3 populasi adalah anggota koperasi yang menyediakan berbagai kebutuhan dari agrikultur sampai kebutuhan-kebutuhan industri). Di Emilia-Romagna Koperasi Lega, adalah koperasi konsumen yang bahkan lebih besar dari Carrefour! Bahkan berbagai jasa sosial negara ditransfer dari pemerintah ke koperasi (privatisasi mutual).
Masalahnya bukanlah kurangnya campur tangan negara untuk mendukung koperasi, tapi justru banyaknya campur tangan negara dalam mengistimewakan pasar-pasar kapitalis melalui perlindungan hukum, yang menyediakan berbagai fasilitas-fasilitas yang secara signifikan meningkatkan bargaining power pemilik modal yang bertujuan mengakumulasi profit dari hasil kerja orang lain (dijamin oleh negara).
Seperti kata bapak, Koperasi adalah teror untuk Kapitalisme (plutokrasi) maupun Komunisme (yang anti-enterpreneurship).
Khayalan Bapak sangat menarik
Khayalan Bapak sangat menarik sekali...tetapi saya sebenarnya berharap bukan hanya berkhayal ...tetapi itu akan segera menjadi kenyataan, oleh karena itu jangan hanya dikhayalkan saja tetapi realisasikan khayalan itu dengan segera take action..menjadi insan-insan yg mendorong tumbuh dan berkembangnya perkoperasian secara nyata...banyak sebenarnya yg bisa kita lakukan...tetapi sedikit saja kita masing2 mau berubah memandang potensi yg bisa dilakukan oleh Koperasi, salah satu contoh misalnya yg punya dana jutaan dolar sampai beberapa juta rupiah di bank beralih ke Koperasi Jasa Keuangan...pastilah khayalan Bapak itu akan segera terwujud..insya Alloh
menurut saya, koperasi bisa
menurut saya, koperasi bisa bersaing dengan kekuatan kapitalis jika loyalitas anggotanya solid Pak... Jadi modal utamanya ya itu-itu lagi, kualitas dan mental bangsa kita ini...
(maaf ya, no offense)
Post new comment